Dahaga dan lapar bukan berarti bengong di rumah, bukan pula melepas  begitu saja kesempatan traveling di depan mata. Menjelajah dan menikmati alam beserta isinya, menjaga dan tidak merusaknya adalah cara untuk mencintai penciptaNya. Kosakora, sebuah tempat melihat pesona alam yang ciamik!    IMG_20160630_171057_HDR Awalnya tanpa rencana, tapi begitulah kita. Penjalanan menuju Jogja Lantai Dua atau Gunungkidul pun tetap ditempuh.  Berawal dari obrolan malam tim tryveling untuk membuat acara opentrip ciamik setiap bulannya, Pak Bos tryveling dengan semangat mengajak kami survey tempat ciamik di Jogja.  Ide Kosakora muncul berawal dari Bos ngadem Reshie yang merekomendasikan kosakora sebagai salah satu destinasi cimaik, menjadikan kami berfikir untuk melihatnya langsung.  Memang ngobrol dengan Reshie tentang destinasi travel tidak ada habisnya, dari yang populer sampai tidak populer dia tahu. Edan memang 🙂

Persiapan menuju sana sangat minim.  Hanya bermodal motor matic dan uang secukupnya kami berangkat ke sana.  Awalnya rencana berangkat habis adzan dhuhur tapi mundur jam 1.  Tidak mengapa, perkiraan kami menuju sana hanya membutuhkan waktu 2 jam dari pusat kota Yogyakarta. Kenyataannya memang antara 2-3 jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor tanpa tersendat macet.

Dari pusat Yogyakarta, kami memilih jalan Jogja-Wonosari untuk menuju ke Kosakora.  Sebelum memulai perjalanan Pak Boss sudah mempersiapkan motor dengan baik.  Ban motor diisi penuh dengan Nitrogen dan memeriksa kondisi kendaraan agar tetap aman terkendali.  Kamu yang ingin menuju sana pastikan juga kendaraan aman, nyaman dan tentu saja persiapkan fisik dan mental!

Jalan menuju kosakora ini melewati kota Wonosari lalu menuju pantai Drini.  Sebenarnya, aku tak tahu persis jalan menuju ke sana melewati mana, tapi pak boss tau ancer-ancernya.  Menurut hemat saya untuk menuju ke Kosakora kamu tanya saja arah ke Pantai Drini.  Setelah sampai, baru kamu tanya arah Kosakora.  Kosakora dan Drini ini memang tidak jauh hanya sekitar 2 km.

Diperjalanan jangan lupa siapkan bensinmu karena kamu bakal melewati jalan yang tak ada penjualan bensin baik pom maupun eceran. Jangan sampai konyol kehabisan bensin di sana.

IMG_20160630_171152_HDR

Setelah menempuh kurang lebih 2 jam saya sampai di Drini, sebuah pantai dengan banyak kapal nelayan di sana.  Kami berhenti di pertigaan arah Drini pertama. Bertemu dengan seorang ibu pemilik warung di pojokan, kami pun menemui pemilik warung untuk bertanya dimana Kosakora itu.  Lalu ibunya memberitahu kami bahwa Kosakora ada di sebelah sana, sambil menuntuk arah Drini.  Tak lupa pula ibu itu menunjukkan tempat parkir yang pas agar tidak kejauhan menuju Kosakora.  Lalu kami pun bergegas untuk ke sana dan berterima kasih kepada ibu itu.

Dari pertigaan itu menumpuh perjalanan sekitar 1,5 km.  Saya sempatkan foto-foto di Drini sebentar 🙂 Untuk menuju Kosakora jangan lupa memilih jalan di dekat warung, kiri jalan.  Parkirlah sekalian di sana.  Kalau perjalanan ke Kosakora dari Drini membutuhkan jarak sekitar 2km, kalau dari tempat itu jauh lebih dekat, begitu kata penduduk sana.  Kamu cari saja warung kelontong kiri jalan (dari pertigaan) dan parkirkan kendaraanmu di sana.  Kamu akan memulai jalan kaki menuju Kosakora dari sebelah warung itu.

Disebelah warung itu tadi disediakan jalan setapak menuju Kosakora.  Itulah jalan lebih cepat menuju bukit Kosakora. Perjalanan membutuhkan kurang lebih 15 menit.  Sebelum naik Bukit Kosakora kamu akan bertemu dengan pantai Ngrumput! pantai ini tidak besar memang, tapi pemandangan bukit, laut, pegunungan dan pasir putihnya nampak asik lho. Konon pantai Ngrumput ini asik buat mancing.  Kamu bisa bertanya-tanya sama penduduk sekitar sana. Tak perlu khawatir mengenai umpannya, kamu bisa membeli umpan ikan di pantai Drini.

Disebelah timur pantai Ngrumput itu ada tangga dari kayu, nah itu tangga untuk menuju bukit Kosakora. Menuju bukit tak perlu kawatir karena sudah disediakan jalur pendakian yang cukup aman.  Perjalanan pendakian ini tidak jauh hanya sekitar 1 km saja. Sampailah kamu di atas dan lihat pemandangan yang menakjubkan ini!

Di atas kebetulan kami bertemu dengan kawan Semarang yang sedang berfoto-foto ria, tapi kami lupa tidak kenalan tapi tenan kami sempat berfoto 🙂

IMG_20160630_164153

Ketemu di sana sama teman-teman dari Semarang dan Klaten

Dari Kosakora ini kamu bisa melihat hamparan laut luas berpadu dengan awan yang ciamik.  Yang lebih menakjubkan, ribuan bukit di Gunungkidul bisa kamu lihat di sana. Benjolan-benjolan bukit ini tampak seksi, memanjakan pemandangan.  Jangan lupakan sunset di sana.  Sempatkan bikin video timelapse sunset.  Doaku semoga perjalananmu ke sana tidak diliputi mendung karena sayang sekali jika sunset tertutup mendung. Hadeh memang kalau pas mendung.  Pinggir bukit Kosakora dibatasi dengan bambu oleh penduduk sekitar untuk menjaga keselamatan agar tak terperosot ke bawah.  Nah kamu musti hati-hati yaa jangan melewati pembatas ini atau menjaga jarak dengan pembatas ini.

IMG_20160630_170728

Suasana Kosakora sore hari nampak asik.  Tak terlalu panas, fotoable.  Banyak bukit yang bisa kamu lihat dari atas ini yang keren.  Ambil saja foto sesuka hatimu. Pilih sendiri angel fotomu.  Nikmati harimu di sana dan mantap jaya!

IMG_20160630_170942_HDR

IMG_20160630_172113_HDR

Bonus Post! Pakbos lagi golek yang :)))