Seri pengalaman menanam rumput gajah mini di depan rumah

Saat ini saya sedang senang menghijaukan halaman rumah. Bukan penghijauan secara cepat atau langsung dihajaukan semua, tapi hanya secara perlahan.  Mempunyai halaman hijau, penuh dengan tumbuhan merupakan impian saya. Selain karena enak dipandang juga menimbulkan kesejukan tersendiri 😀

Di sini saya akan share pengalaman menanam rumput gajah mini. Tujuannya menanam rumput gajah mini ini agar tanah tidak berdebu karena ada rumputnya.  Nah, lalu kenapa saya memilih rumput gajah mini daripada rumput lain? sebenarnya simple, karena selain design rumputnya bagus, simple juga saya males memotong rumput yang memanjang.  Rumput gajah mini ini tidak bisa memanjang ke atas tetapi menyamping jadi tidak perlu memotong berbeda dengan rumput lainnya.  Selain itu perawatan rumput gajah yang mudah menjadi daya tarik tersendiri, hanya menyiram saja dan tidak sering mempupuk.

Saya sudah beli dua kali rumput gajah mini, penanaman pertama justru berhasil daripada penanaman kedua.  Nah lalu kenapa sih? saya akan bercerita berdasarkan pengalaman menanam, jika tak sesuai dengan pengalaman atau teori yaa maafkan, maklumin saja hanya penghobi bukan orang ahli dibidangnya dan mohon pencerahan, syukur-syukur pencerahan lampu taman *laah 🙂

1. Persiapan media

Pertama yang saya lakukan adalah dengan mencangkul tanah agar gembur. Nah maksud gembur di sini adalah tidak keras alias lunak.  Menurut hemat saya tujuannya agar akar rumput gampang berkembang.  Mengenai kedalaman tanah yang perlu digemburkan bisa dikira-kira saja, seberapa panjang kemungkinan rumputnya.  Cara mengira-ngira adalah melihat sample rumput dan perhatikan panjang akarnya.  Kalau misalnya 5 cm bisa digemburkan sampai 5 cm juga. Tidak perlu diukur, dikira-kira saja.  Tanah dibolak-balik, yang di bawah dicangkul ke atas, jika menemukan tanah padat keras dicangkul saja biar pecah. Usahakan bebatuan disingkarkan.

Kalau semisal ada yang punya taman tapi belum ada tanahnya gimana? maksudnya baru ada bangunan  taman (baik kayu ataupun semen) tapi belum dikasih tanah.

Nah teman-teman bisa mengambil tanah dari sawah lalu menyaring batunya agar tak ikut masuk ke taman. Bisa menggunakan strimin besi untuk menyaring.  Untuk menghemat step nomer dua (lihat bawah). Teman-teman bisa mencampur tanah itu dengan pupuk sebelum dimasukin ke teman.  Cara mencampurnya seperti mengaduk semen dan pasir. Tanah diberi pupuk lalu diaduk pake cangkul atau alat lain. Sudah pernahkan lihat orang mengaduk semen dengan pasir? nah seperti itu 😀

 

2. Pemupukan Media (Pupuk Kandang)

Setelah tanah sudah gembur atau empuk saatnya untuk memupuk. Pemupukan ini penting menurut saya, karena penanam kedua saya kurang subur (kurang berhasil )menurut saya karena saya tidak memupuk sebelum ditanami.  Penanam kedua saya rencananya mau saya pupuk setelah tanaman tumbuh, namun ternyata pertumbuhan kurang bagus. Saya sarankan mendingan dipupuk dulu tipis-tipis sebelum ada tanamannya lalu nanti dipupuk lagi untuk memacu pertumbuhan.

3. Penyiraman

Setelah media sudah dipupuk alangkah baiknya disiram dulu sebelum ditanami agar pupuk dan tanah bercampur.  Selain itu tanah juga rata sehabis disiram.

4. Penanaman

rumput-gajah-2

Untuk penanaman rumput gajah mini ini sangat mudah. Tidak perlu skill khusus :).  Caranya adalah dengan menyiram media tanam tadi agar tidak keras ketika ditanam. Pada saat becek, ambil benih rumput gajah mini lalu tempetkan di atasnya. Agar akar rumput gajah mini masuk ke tanah, pecet pelan-pelan namun akar pasti masuk ketanah.  Dengan bantuan penyiraman tadi pemencetan akan lebih mudah karena tanah tidak keras.  Setelah tertanam jangan lupa menyiram dengan rutin, saya sih selama kelihatan kering langsung saya siram.

 

Nah kira-kira begitu pengalaman saya, ada masukan? atau ada pengalaman lain? bisa dishare lho 😀

 

Desclaimer : Saya bukan praktisi pertanian profesional, ini hanya ditulis berdasarkan pengalaman sahaja 😀